Transkrip Dialog Masyarakat DAS Mendalam dengan Menteri Kehutanan RI
Bertempat di Rumah Adat Dayak Kayaan, Dusun Tj. Karang, Desa Padua
Kecamatan Putussibau Kab. Kapuas Hulu
Tanggal 19 Oktober 2005.
Oleh: D. Uyub Aem.L
Pertanyaan yang disampaikan oleh temenggung Kayan Mendalam, Bejamin sattar. (kelima buah pertanyaan tersebut terlampir).
Kedatangan saya dengan bapak gubernur pada hari ini kedaerah DAS Mendalam ini. Memang diprogramkan unutk bersama, pemerintah bersama dengan pemerintah untuk bersama-sama melindungi memilihara kawasan DAS Mendalam karena kami merasa bahwa daerah DAS Mendalam ini sangat penting dipertahankan. Kami ingin masyarakat menjaga dan memiliharanya. Paling tidak dengan menjaga dan memiliharanya dapat meningkatkan kehidupan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Maka kami ingin mendengar langsung apa yang paling penting harus dipersiapkan.
Kami ingin langsung mendapatkan keperluan yang diinginkan masyarakat yang berhubungan dengan masalah dengan perlindungan dan penyelamatan kawasan DAS ini. Nah ada beberapa program, program Departemen Kehutanan, untuk lahan-lahan yang keritis, lahan-lahan yang sudah rusak ini memang harus rehabilitasi, harus diselamatkan, harus disehatkan kembali. Ya, ibarat kalau manusia, kalau dalam keadaan sakit, maka harus disehatkan, harus disembuhkan. Maka perlu diacri obat, yang tepat, obat yang sesuai, yang bias membuat manusia itu segar kembali. Begitu juga dengan kawasan-kawasan hutan yang sudah keritis. Inipun harus direhabilitasi. Na, kami Eee… pemerintah memiliki program yang namanya rehabilitasi lahan, didaerah DAS. Na, rehabilitasi ini baik yang didalam kawasan hutan maupun dalam kawasan hutan. Na, untuk merehabilitasi yang dalam kawasan hutan ini, pemerintah sekarang meberikan kesempatan kepada masyarakat untuk pengadaan bibitnya, atau ada bibit yang diperlukan masyarakat yang disiapkan oleh pemerintah. Kami menginginkan didaerah kawasan-kawasn ini, apa yang menjadi keungulan-keunggulan. Tanaman-tanaman yang unggul yang digemari atau disenangi masyarakat, itu aka kita nomor satukan. Misalnya tadi di daerah Karang Tengah. Kami melihat masih banyak pohon tengkawang. Kami merasa masyarakat juga mau melestarikan pohon tengkawang ini. Memiliharanya, karena pohon tengkawang ini memiliki buah yang bisa mendapatkan pendapatan masyarakat. Ee.. jadi nanti pemerintah bisa membeli pohon-pohon tengkawang yang dibibitkan oleh masyarakat, dan kemudian ditanam lagi oleh masyarakat. Ini salah satu contoh dari usahakita menjaga dan memiliharan daerah aliran DAS Mendalam ini. Pemerintah berusaha untuk diaderah-daerah yang berhubunga dengan hutan lindung, yang berhubungan dengan taman nasional, tidak akan memberikan izin HPH kepada siapa pun, ya. Jadi ini pemerintah sekarang ee.. daerah hutanlindung, apalagi daerah huta nasional ee... tidak perlu ada HPH. Jadi sangat-sangat bagus kalau masyarakat dengan lahan yang ada membikin hutan tanaman, yaitu tanaman-tanaman kayu lokal yang unggul. Karena ini bisa menjadi salah satu pendapatan atau penerimaan ee... masyarakat.
Nah, kemudian pertanyaan dari temenggung tadi, bahwa departemen kehutanan memiliki atau ada program pengembangan ekonomi masyarakat disekitar hutan. Jadi untuk menggembangkan ekonomi masyarakat disekitar hutan, maka kita untuk didaerah ini, hari ini ingin mendapatkan pandangan-pandangan atau harapan-harapan apa sebenarnya. Apakah pohon coklat, pohon karet. Nah kalau pohon karet, apakah pohon karet yang sekarang mau ditebang atau diganti dengan pohon karet baru. Apakah pohon karet yang sekarang tidak menghasilka lagi. Nah ini, atau yang lain-lain lagi. Ee.. kita ini apa yang menjadi harapan masyarakat ini, khusus disekitar hutan, ini menjadi perhatian- perhatian kita. Na.. Departemen Kehutanan selama ini selain ada petugas-petugasnya didaerah ditaman-taman nasional atau hutan lindung juga kerja sama dengan organisasi-organisasi nasional. Misalnya WWF kita kerja sama dan biaya-biayanya kita siapkan dari departemen, untuk membantu kegiatan kehidupan ekonomi masyarakat. Jadi kita memang berusaha dan sangat berharap dan saya berterima kasih atas nama pemerintah kepada masyarakat yang tetap mempertahankan daerah DAS di Mendalam ini, supaya tidak terjadi penebangan-penebangan liar. Kalau misalnya mau nebang yang ditanam, dipilih sedemikian rupa saya kira untuk keperluan untuk membangun rumah dan masih sifatnya pribadi, itu masih diperbolehkan. Paling bagus misalnya adalah ditebang satu, tanam 20 batang gitu. Setiap satu ditebang, mesti ditanami lagi, supaya sampai anak cucu kita yang akan datang pohon-pohon itu masih tetap ada. Na, penbang-penebang liar selama ini,mereka tidak bertanggungjawab, terhadap genersi yang akan datang.
Kami berharap kepada ibu-ibu, bapak-bapak sekailan para orang tua dan tokoh-tokoh masyarakat supaya menanamkan kebiasaan kepada anak-anak, kalau misalnya, disini ada pohon durian apa enga. Peserta menjawab ada dan MS Kaban tertawa kecil sambil mengatakan; banyak ya, he he he. Abis makan durian biji nya itu ditanam lagi misalnya. Atau makan manggis, abis ditanam lagi. Atau cempedak. Cempedak ada juga disini? Masyarakat menjawab; ada. Na, abis makan cempedak. Tanam lagi. Jadi kalau pohon nya itu ditebang satu ditanam sepuluh, mudah-mudahan itu terus menerus akan ada.
Kami berharap bersama-sama, jadi setelah melihat langgsung ke lapangan, ternyata didaerah Kapuas Hulu ini yang dipimpin oleh temenggung dan tokoh masyarakat lain yang tidak menebang hutannya secara liar. Kalau memang diperlukan bibit karet, pemerintah bisa siapkan, diberikan pada masyarakat. Ada bibit karet yang sudah disiapkan oleh Departemen Kehutanan, batangnya besar, karetnya banyak. Umur 5 tahun, sudah bisa diambil karetnya dan ditanam hanya umur sampai sebelas tahun, sebelas tahun ditebang, kayunya bisa dijual. Jadi ini hutan tanaman namanya. Na.. ini boleh, kalau yang kita tanam kembali itu boleh. Tapi kalau kayu-kayu alam, saya kira perlu dijaga. Kalau tadi saya lihat tengkawang itu dipilihara terus menerus oleh masyarakat. Ekonomi kerakyatan yang kita bangun ini, kita melihat apa yang menjadi selera atau keinginan masyarakat tu, seperti apa yang diharapkan. Kalau sekarang kebetulan situasi dunia, harga minyak sedang mahal, a.. karet itu juga harganya bagus barang kali sekarang ini. Juga ee... Coklat, oleh karena itu kami ingin mendapat tambahan lagi pak temenggung. Jadi pertanyaan-pertanyaan tadi, semua sebenarnya ada diprogram pemerintah. Saya kira demikian.
D. Uyub (selaku Moderator dalam dialog tersebut):
Itu tadi tanggapan dari pak menteri M.S Kaban, tentang beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh pak temenggung. Kalau ada pertanyaan lagi, silahkan.
Pertanyaan dari utusan Nanga Huvaat:
Terimakasih kepada pak menteri dan rekan-rekannya. (pertanyaan terlampir).
MS Kaban :
Sebenarnya dalam program rehabilitasi lahan, ada yang kita sebut dengan sistim blok graen. Jadi masyarakat dalam satu kelompok nanti dibimbing oleh dinas, juga mungkin oleh NGO-NGO yang konsen terhadap hal itu. Jadi sistim blok grand ini, misalnya dalam satu daerah 25 atau 40 Ha, untuk beberapa akeluarga mereka mautanam apa. Nanti dipersiapkan secara bersama-sama, dari awal sampai pemeliharan. Ini aklan kita kembangkan. Makanya dengan kehadiran kita disini kita ingin melihat apa yang disampaikan oleh saudara temenggung dan Viktor tadi. Memang arahya kesana, cuman kita ingin tahu, jangan sampai salah. Jadi kalau orang sakit kepala, sakit kepala karena flu atau karena migren. Karena kalau orang sakit kepala dia sebenarnya migren dikasih obat flu ya tidak sembuh. Tapi dia sakit kepala karena flu, tentu obat flu yang harus dibelikan supaya cocok. Nanti mudah-mudahan melalui Departemen Kehutanan bisa melalui PAPEDAS-nya, bisa juga melalui dinas kehutanan. Jadi mudah-mudahan, nati masyarakat bersama dengan dinas kehutanan, kemudian melalui organisasi NGO, diskusi lalau memberitahukan ke departemen. Jadi mudah-mudahan pak. Kita sebenarnya menerima setiap saat, masyarakat untuk datang, melayani masyarakat. Cuma yang harus dimaklum karena kita di departemen kehutanan ini, karena mengawasi 120 juta Ha kawasan hutan, jadi kita kadang-kadang butuh ee..sebenarnya lebih, lebih apa, lebih akrab, menterinya datang daerah bisa ketemu orang. Dari pada mayarakatnya datang ke Jakarta, kadang-kadang belum tentu bisa bertemu sebulan atau tingga minggu. Ya bukan karena menterinya sombong, bukan menterinya engga’ mau bertemu, ya cuman karena memang jadwal untuk melihat langsung kedaerah. Karena sekarang ini untuk penebang-penebang liar, kita datangi langsupun dia masih berani main kucing-kucingan. Apalagi tidak didatangi. Oleh karena itu kami berharap kepada bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, memang ee.. kalau kita susah tentu apa saja yang ada dihadapan kita, kita ambil. Hanya saja seperti apa yang saya katakan tadi, kalau diambil satu, ya tanam lagilah, gitu. Kalau diambil satu, tanam 10 batang, supaya ada regenerasinya. Kalau seperti yang kami lihat, misalnya di TNBK, yang berbatasan dengan negara Malaysia tetangga kita. Saya dengan pak gubernur sudah melihat langsung dari atas, ditengah-tengah TNBK itu, ya kalau itu kita biarkan nanti akibatnya diaderah dibawahnya akan meimbulkan kesulitan bagi kita semua. Na, bagi mereka yang dari luar, ya mereka engga’ ada urusan. Kalau mau rusak, mau banjir, ya itu, negara anda. Kami ada uang kami beli. Na sebenarnyakan ini enggak cocok, lebih bagus marilah kita bangun secara bersama-sama, ee... kepada kita semua dengan kekuatan masyarakat. Jadi mudah-mudahan setelah ini saya selaku menteri bisa mengoleh hasil pertemuan ini sehingga ada program yang bisa kita kerjakan, apakah tahun 2006, apakah tahun 2007. Yang hari ini saya bawa dari Departemen Kehutanan RI Pak Pusparyadi, beliau Dirjen yang bertanggung jawab tentang masalah daerah-daerah konservasi, taman nasional, hutan lindung, cagar alam, dan termasuk flora dan fauna yang mesti kita lindungi. Kemudian Pak Dr Hadi Pasaribu, beliau sebagai Kepala Badan penelitian dan pengembangan, biasa juga memberikan pandangan apa yang harus dilakukan oleh masyarakat. Dr Ir Bunpurnama, Kepala Badan Planologi, yang memetakan kawasan-kawasan. Jadi Pak Bun barang kali saudah mendengar tadi dari masyarakat tidak mau kalau daerah ini diberikan kepada pengusaha HPH. Saya sangat senang sekali pak mendengar itu. Karena kadang-kadang malah ada masyarakatnya yang mendukung supaya didaerahnya dibikin HPH. Ini sudah bagus. Kalau misalnyakan masyarakat punya sendiri dan sendiri yang mengelola ini jauh lebih bagus.
D. Uyub:
Silahkan mungkin ada penanya satu lagi dan setelah ini diskusi ini kita akhiri, namun nanti akan dibacakan pernyataak sikap masyarakat DAS Mendalam.
Penanya (Deni):
Selamat siang pak menteri. Nama saya Deni Akoy Dang. Saya memang kelahiran DAS Mendalam, namun pada kesempatan ini saya tidak berbicara tentang DAS Mendalam, namun. Saya ingin agak ke sebelah kanan mudik, ke Hulu Kapuas. Saya ingin menyampaikan informasi mengenai berita-berita yang media cetak di Kalbar terbitkan pada akhir-akhir ini, tentang adanya perambahan hutan di Hulu Kapuas. Jadi disitu sudah menggunakan alat-alat berat dan helykopter. Berita ini kemarin kami, saya mendampingi kepala Desa Bungan Jaya, bernama Nyangin. Menghadap wakil bupati kemarin, menyampaikan informasi. Jadi memang jauh, jauh sekali. Kalau kita mudik dari Putussibau itu, pakai sampan mungkin dua hari, kalau berjalan kaki, mungkin lima hari baru sampai. Jadi Kadesnya pernah menugaskan warga untuk melihatnya, jadi mereka memang melihat ada kegiatan ada perambahan dihutan sana, sudah masuk. Masuk pada wilayah suku Dayak Punan. Jadi ada tiga sungai yang dilalu disana, Sungai Bongat, Sungai Boheng, lintang Kapuas. Mereka sudah mencatat nama perusahaan disana. Ada dua perusahaan yang disana yang mengerjakan kayu. Yang satu namanya Rimbunan Hujai, Begenjing. Saya kira saya sebagai warga, untuk menjaga, bukan sekedar DAS Mendalam yang kita jaga DAS Kapuas, karena Kapuas Sibau Mendalam, hulunya ketemu. Kita menjaga DAS disini, dihulunya digarab, juga mungkin tidak seimbang. Mungkin pak menteri kalau ada kesempatan sepuluh menit, lima belas menit, bisa lurus Kapuas, atau bisa sebentar kesana, mudah-mudahan bisa menyaksikan itu benar atau tidak, karena Kadesnya sudah siap kalau mau mendampingi katanya. Saya kira sekian pak menteri, terimakasi selamat siang.
D.Uyub:
Ya, mungkin mau ditanggapi atau tidak.
Jawaban pak menteri:
Informasi seperti ini sangat saya harapkan. Ee... pada bapak kalau ini, nomor HP saya: 08121161199. Jadi kalau bapak mau kirim pesan, di SMS dulu. HP saya terbuka 24 jam, sama dengan HP pak presiden 24 jam. Terima kasih atas diskusi siang hari ini semoga diskusi hari ini ada hasilnya semoga semua bermenfaat dan selamat siang.
D. Uyub:
Sebelumnya pak menteri, ada yang ingin disampaikan oleh masyarakat disini, karena dua hari yang lalu tanggal 17-18 Oktober 2005 ada lokakarya disini, tentang bagaimana strategi mereka mengelola SDA dan sumber daya lain yang ada disini dan dari hasil lokakarya tersebut, ada keluhan-keluhan yang mereka hadapi dan semacam sebuah, dalam tanda kutip emosional masyarakat, agar apa yang mereka harapkan bisa di implenentasikan oleh pemerintah yang terkait. Silahkan pak Lihang Alel Sano.
Lihang (Pembaca Pernyataan Sikap):
Aa... Terima kasih, selamat pagi bapak menteri, pak gubernur dan bapak-bapak sekalian peserta atau hadirin semuanya atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk membacakan hasil pertemuan kami selama dua hari yang lalau. Yang kami petik dan kami bingkiskan dalam satu pernyataan sikap masyarakat DAS Mendalam, akan segera kami bacakan. (Pernyataan sikap terlampir).
Catatan:
Pertanyaan dari utusan Nanga Huvaat, Pak Tus Uvang Mering dan Pak Viktor, tidak kami tulis karena tidak terekam di tep recorder saya. Demikian pula jawabannya. Namun jawaban pak menteri terhadap pertanyaan Pak Viktor sebagian besar terekam dan saya tulis.
Karena itu saya mohon maaf, bukan karena maksud tertentu tapi ketika saya merekam perses diskusi, saya juga sebagai mediarot atau Moderator diskusi.
Agar tidak mengecewakan pertanyaan dan jawaban jawaban dari pak menteri untuk penanya dari Naga Huvaat:
Sebelum pak menteri menjawab, dia sejenak terdiam. Karena menurutnya pertanyaan itu berat. Beberpa detik kemudian, dia mengeluarkan suara dengan nada agak berat. “Pertanyaan ini berat,“ lirih MS. Kaban. Seketika itu peserta tertawa kecil. “untuk mengelola sungai dan ikan didalamnya, mestinya dilakukan oleh masyarakat dan ini sebetulya yang menjawab adalah kepala daerah disini. Dan seterusnya......