Selasa, 22 Januari 2008

DANAU SADONG SEBAGAI DANAU LINDUNG

Danau merupakan salah satu habitat alam yang terbentuk dalam jangka waktu dan proses yang panjang. Dalam proses pembentukan Danau telah terbentuk berbagai macam spesies, baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan. Berbagai jenis tumbuhan yang khas dan unik hanya dapat dijumpai tumbuh dengan baik di habitat aslinya yang secara alami hidup menyatu dengan alam Danau. Hewan air terutama ikan, kura-kura, dan beberapa jenis reptilia juga berkembang biak dengan baik selama tidak ada gangguan yang berarti dan dapat mengancam keberlangsungan hidupnya. Hal yang paling utama yang menjamin keberlangsungan adanya habitat lahan basah berupa Danau adalah adanya suplai air dari hulu. Daerah yang memiliki danau hampir selalu ada sekelompok hutan yang berfungsi sebagai penyedia air bagi danau tersebut di bagian perhuluan. Hutan resapan dan penyedia air ini merupakan salah satu hal yang utama dan harus dilindungi guna menjamin tersedianya suplai air ke Danau.

Danau Sadong merupakan salah satu Danau yang terletak di Das Mendalam Desa Padua, tepatnya di dusun Tanjung Karang. Mengingat pentingnya untuk mempertahankan dan menjaga keberlangsungan Danau Sadong tersebut, maka masyarakat Kayan khususnya dari dusun Tanjung Karang telah mengajukan Danau Sadong ke Pemda sebagai “Danau Lindung”. Usulan ini mendapat tanggapan positif dari Bupati karena dipandang ikut mendukung Kabupaten Kapuas Hulu yang telah dideklarasikan sebagai Kabupaten Konservasi di akhir April tahun 2004 ini. Dengan disetujuinya usulan di atas, maka berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kapuas Hulu Nomor 77 tahun 2004 telah ditetapkan Danau Sadong di Dusun Tanjung Karang Desa Padua Mendalam Kecamatan Putussibau sebagai “DANAU LINDUNG”.

Dalam prosesnya menuju status Danau Lindung telah dilakukan berbagai upaya dan aktifitas yang dimulai semenjak bulan Juni 2001. Saat itu WWF-TNBK mengajak masyarakat secara bersama-sama menggali dan mengembangkan potensi sumber daya alam yang ada di masing-masing DAS. Melalui media pelatihan yang diselenggarakan oleh Tim WWF di dusun Tanjung Karang muncullah ide dari Pak Basyah selaku Kepala Dusun terhadap pengelolaan Danau Sadong. Menurut pendapat Beliau Danau Sadong cukup menarik dan memiliki potensi yang patut untuk dikembangkan. Menindaklanjuti informasi di atas maka Tim WWF segera melakukan survey lokasi yang dilanjutkan dengan menuangkan ide tersebut dalam bentuk site-plan Danau Sadong (Gambar terlampir).

Usaha-usaha dan proses ini perlu diketahui dan dipahami oleh khalayak ramai, terutama masyarakat di Das Mendalam dan warga Kapuas Hulu pada umumnya sebagai salah satu upaya konservasi lahan basah. Dalam rangka itulah maka dipandang penting sekali untuk mensosialisasikan Danau Sadong yang saat ini sudah berstatus sebagai Danau Lindung.

1 komentar: